Postingan

 Kini aku kian jauh dari teduh sapa dan masa kecil. Aku pejamkan mata, ternyata dunia telah menua, dan aku telah dewasa. Lalu terdengar gema nyaring suara anak-anak riang mengaji. Tempat apa ini? fikirku. Terasa jauh sekali, dan... Apakah ada ruang untuk kembali? Kuhela hatiku menuju medan-medan kesenangan. Ahh ternyata ini adalah tempat untuk sebuah perjuangan.  Mungkin ini adalah tanah impian, atau mungkin tanah untuk mewujudkan banyak impian. Di antara rincik sungai dan gemuruh laut, aku tanggalkan sebuah kenangan. Di dalam sepi malam, kesendirian menciptakan riuh tanya di kepala. Setiap hari begitu, saat matahari bergulung menuju ufuk, maka kesunyianpun datang dan mendekam. Aku tak takut, dan sungguh tidak ada hal yang menakutkan.  Tapi mungkin suatu hari,  akan ada saatnya tiba aku mengatakan "Aku ingin pulang."
Teruntuk... Haha tak perlu kuperjelas lagi, semua tulisan ini tercipta karena dirimu. Aku hanya ingin menyampaikan. Semoga jarak yang jauh ini tidak membunuh cintamu kepadaku. Soal cintaku? Tenang saja, Ia sudah kuabadikan sejak lama, dan akan selalu abadi. Bahkan jika suatu saat nanti ragaku tak lagi menapaki bumi .
Percayalah, setiap pergi akan pulang.  Seperti setiap kamu menanti, maka aku akan menjelang.
Teruntuk Almahyra.  Ketika semua ini usai, kita akan menikah. Bumi akan menumbuhkan bunga seperti kamu, dan rahimmu akan membawa gadis paling cantik di dunia, di alam semesta.
Dear Almahyra. Don't worry, after all this time Im coming home to you. Insya Allah.
 Kemana? Kemanapun terserah. Jangan biarkan aku sendiri berlumur darah. Karena tatapanmu tajam menusuk bagai busur panah, tolong berilah harapan agar ku tak menyerah.