Aku tidak pernah berpikir untuk menyelesaikanmu, kau adalah bait puisi yang tidak pernah aku selesaikan rimanya, sajak yang tidak pernah aku beri titik pada akhir kalimatnya. Aku tidak pernah merasa cukup jika menulis tentangmu, begitu candu.

Aku telah jatuh, sejak pertama aku melihat binar bola matamu bak senja yang hampir menutup tirai hari ini. Aku telah jatuh, pada bibir indahmu, pada gemulai lentik bulu matamu, dan semua tentangmu.

Sajak tentangmu abadi, di antara perjumpaan dan selamat tinggal, aku mengabadikanmu di sini, entah tulisan apa ini. Entahlah... Jika tentangmu, maka semua akan terlihat indah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyala yang Tak Pernah Padam