Kamu dan Waktu

     Tentang duniaku yang pernah terhiasi ukiran senyummu.

    Tentang kamu yang membuatku tak lagi mencintai lelap, saat malam sedang mesra dengan gelapnya.

    Setiap jengkal ingatan, tak pernah habis membuatku berdoa, dan menuntunku untuk merindukanmu di        sana.

    Aku mengingatnya kembali, pada hari-hari penuh sepi, perihal kamu yang tak lagi disini, dan aku yang      hanya mampu berharap lirih di sudut bumi.

    Jadi sampai jumpa di lain hari, kuharap semesta mau mempertemukan kita lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nyala yang Tak Pernah Padam